Kemendikbud Wacanakan Pembelajaran Luring Mulai Bulan Juli, Komisi IV Pantau Kesiapan Sekolah

Komisi IV (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus perdalam kajian mengenai wacana pembelajaran sekolah secara luring (luar jaringan) pada bulan Juli mendatang oleh Kemendikbud. Komisi yang membidangi tentang kesejahteraan rakyat yang bermitra dengan Dinas Pendidikan ini terus berupaya melakukan pemantauan kesiapan sejumlah sekolah di Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H. Iberahim Noor, S.E., pada kunjungan kerja (kunker) Komisi IV di SMAN 1 Bati-Bati, Tanah Laut pada Jumat, (16/04) siang.

“Kunjungan kerja ini dalam rangka untuk memantau kesiapan sejumlah sekolah yang ada di Kalsel, mulai dari standar protokol kesehatan hingga sarana penunjang lainnya. Sebelum ke SMAN 1 Bati-bati, sebelumnya dalam rangka kunker yang sama kami juga meninjau kesiapan SMAN 1 Alalak,” ucap H. Iberahim di sela audiensinya bersama pihak dewan guru SMAN 1 Bati-Bati.

Pada diskusi yang berkembang dalam audiensi tersebut, para dewan guru berharap melalui anggota Perwakilan Rakyat, berharap tidak hanya tenaga pengajar yang mendapatkan rencana vaksinasi, namun juga para pelajar yang ada, sehingga pencegahan menjadi 2 arah. Namun, seperti yang diketahui bersama, ada kendala yang cukup prinsip, yaitu vaksinasi Sinovac dalam dosisnya memiliki prosedur usia, yaitu mulai dari 18 tahun, “Sementara pelajar kita memililki usia yang beragam, untuk 18 tahun sendiri rata-rata kelas XII,” ujar Sutiyo, Kelapa Sekolah SMAN 1 Bati-Bati.

DPRD Kalsel, dalam audiensi tersebut menyatakan akan berupaya mencarikan jalan keluar terbaik. Hasil-hasil masukan dan temuan dalam audiensi ini nantinya akan dikomunikasikan bersama pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, sebagai upaya kerjasama steakholder untuk menyukseskan pembelajaran tatap muka. Sejalan dengan harapan Anggota Komisi IV, H. Athaillah Hasbi, S.Sos, S.H., ketika ditemui setelah audiensi menginginkan pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan lancar, “Baik guru maupun murid bisa terhindar dari Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi kunjungan para Wakil Rakyat, Sutiyo mengaku senang atas kunjungan serta segala masukan yang ada, “Dan mohon bantuannya atas keinginan kami untuk dapat divaksin,” ucapnya. Harapan tersebut, menurutnya bukan hanya harapannya pribadi, namun juga mungkin adalah harapan guru-guru se-Kalsel, bahkan se-Indonesia menjelang pembelajaran tatap muka di bulan Juli yang akan datang.