Anggota DPRD Kalsel Athaillah sosialisasikan wawasan kebangsaan perkuat Ideologi Pancasila

Barabai, Kalsel (ANTARA) – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Athaillah Hasbi menyosialisasikan wawasan kebangsaan  guna memperkuat Ideologi Pancasila bagi penduduk provinsinya.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Muhibbin Ilung (sekitar 174 kilometer timur laut Banjarmasin) Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (23/12).

“Ideologi Pancasila sangat penting terus digaungkan untuk masyarakat Banua (daerah) saat ini terlebih buat generasi muda/kaum milenial,” ujar wakil rakyat bergelar sarjana sosial dan sarjana hukum (SSos & SH) tersebut.

Hal tersebut, menurut wakil rakyat dari Partai Golkar itu, untuk menghindari masuknya paham-paham radikal yang dapat melemahkan Ideologi Pancasila.

“Generasi muda kita saat ini sangat rentan terhadap paham-paham radikal, karena informasi yang simpang siur dapat dengan mudah mereka peroleh melalui handphone/internet di dunia maya,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita sebagai  pendamping wajib memantau terus kegiatan anak-anak kita,” lanjut laki-laki kelahiran Barabai (165 kilometer timur laut Banjarmasin), ibukota HST Tahun 1976 tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Athaillah Hasbi melakukan sosialisasi Wasbang di Pondok Pesantren Radhatul Muhibbin Ilung Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 23 Desember 2021. (Syamsuddin Hasan)

Fahriansyah sebagai narasumber yang pertama menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan terhadap generasi muda.

“Dengan memahami benar benar nilai empat pilar dalam berbangsa dan bernegara, kita berharap dapat menangkal paham radikal saat ini sudah mulai menyusupi segala lini masyarakat di Indonesia,” lanjut laki-laki yang akrab dengan sapaan Fahri Abadan tersebut.

“Karena masuknya bisa melalui pemahaman agama yang kurang tepat oleh sebagian pemuka agama. Oleh karena itu, paham radikal dapat berkembang pesat dan cepat di Indonesia,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat menggunakan akal sehat untuk informasi agar terhindar dari pemahaman yang salah.

“Untuk itu kita harus menggunakan akal sehat memilih informasi yang masuk, agar terhindar dari pemahaman yang salah, baik radikal maupun liberal,” demikian Fahri Abadan.

Narasumber kedua Bung Badaruddin yang juga mantan aktivis kelahiran 1976 tersebut menambahkan, pentingnya Ideologi Pancasila dan Wasbang.

“Oleh sebab itu, Ideologi Pancasila dan Wasbang perlu disosialisasikan dan ditanamkan kepada para generasi muda, karena jika tidak dimulai sejak dini, dikhawatirkan ke depannya para penerus bangsa tersebut tidak mengerti dasar negara Indonesia,” ujarnya.

“Ada empat pilar yang menjadi dasar negara dan wajib diketahui para generasi muda serta seluruh warga Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” demikian Badarudin.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Athaillah Hasbi melakukan sosialisasi Wasbang di Pondok Pesantren Radhatul Muhibbin Ilung Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 23 Desember 2021. (Syamsuddin Hasan)

Sementara itu mewakili atas nama seluruh Ponpes KH Fadillah menyampaikan terimakasih banyak atas kunjungan serta ilmu yang diberikan kepada santri dan santriwatinya dan juga bantuan pribadi dari Atailah Hasbi untuk pembangunan dan kemajuan Ponpes Raudhatul Muhibbin.

Sosialisasi Wasbang tersebut menghadirkan tokoh-tokoh senior pemuda Banua dan akademisi, di antaranya Badaruddin MPd, Fahrianysah SPd.I, Muhammad Aini SSos, nantan Komisioner KPU HST sebagai narasumber.

Pewarta : Syamsuddin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah

Sumber : kalsel.antaranews.com