Pansus II DPRD Prov. Kalsel Adakan RDP Tentang Dana Cadangan Pemilukada 2024

Banjarmasin – Pansus II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) laksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra terkait, tentang kesiapan dana pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di tengah pandemi corona virus untuk tahun 2024. Di ruang rapat komisi II, kamis pagi hari (19/21).

Dalam RDP tersebut Wakil ketua pansus II DPRD Prov. Kalsel Imam Suprastowo selaku pimpinan rapat meminta Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) kalsel menyampaikan paparan mengenai dana cadangan untuk anggaran Pemilukada 2024.

Menanggapi hal tersebut Plt Kabid Perencanaan Anggaran Bakeuda H. Idris, SE, M.Si Kalsel, “mulai tahun 2020 karena adanya covid-19 semuanya terkoreksi hal itulah mengharuskan kita menganggarkan dana cadangan untuk 2024, bercermin dari 2020 menurut hitungan saya untuk hibahnya saja sebesar 229M terdiri dari KPU 150M Bawaslu 60M keamanan yg terdiri dari polisi dan TNI 19M dan tambahan pada saat keputusan MK yang mengharuskan menyelenggarakan pemilihan ulang (PSU) 5M lebih, keamanan 5M, dinas kesehatan dalam rangaka pengadaan APD kurang lebih 4M, karena alasan itu membuat kita harus membuat peraturan dana cadangan. Kalo kita melihat kebelakang dana yang dibutuhkan kurang lebih 260M.”

Lebih lanjut Idris menambahkan, menurut perhitungan kami angka 200M untuk dana cadangan itu cukup, 200M kita peroleh dimulai ditahun 2022 yang pertama kita menganggarkan 75M dan nantinya diperubahan 25M, kemudian ditahun 2023 kita menganggarkan 100M lagi, kemudian tahun 2024 baru nanti kami akan menghitung berapa kekurangannya.

Sementara itu anggota pansus II Iskandar Zulkarnain, SE menyampaikan “Perlu menjadi pemikiran kami selaku wakil rakyat, dalam situasi pandemi seperti ini membutuhkan anggaran untuk corona sangat besar, lantas terkait pilkada kedepan ini perlu menjadi pemikiran apakah sistem yang perlu dirubah atau tetap seperti ini. ” Ungkap politisi fraksi Persatuan Nurani Demokrat saat ditengah rapat berlangsung.