Komisi I DPRD Kalsel Monitoring dan Evaluasi Dana Desa, Desa Batik dan Desa Sungai Puting di jadikan Sample

Tugas dan wewenang DPRD salah satunya adalah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.

Pada kunjungan kerja ini Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan di dampingi oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dra, Zulkifli, M, Si melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Dana Desa, Jumat ,10/ 12/2021.

Berdasarkan prinsip pengelolaan Dana Desa bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan keuangan Desa dalam APBD, seluruh kegiatan yang dibiayai Dana Desa direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa, semua kegiatan harus dipertanggung jawabkan secara admistratif, secara, teknis, dan secara hukum. Dana Desa dipergunakan secara terarah, ekonomis, efesien, efektif, berkeadilan, dan terkendali .

Adapun desa yang didatangi Komisi I DPRD Provinsi kalsel kali ini adalah Desa Batik kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala dan Desa Sungai Puting Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin.
Kedatangan Komisi I ini di sambut oleh kepala desa Batik ibu Mariah dan perangkat desa dan Juga oleh Camat Bakumpai, Kartayadi. Begitu Juga ketika berada di Desa Sungai Puting juga di sambut oleh Kepala Desa, Khairin Noor dan perangkat desa serta Camat Candi Laras Utara, Yus Sudarmanto.

Pada pertemuan ini banyak yang di sampaikan para kepala desa antara masalah gaji perangkat desa, Bumdes apa saja yang diperbolehkan , Bumdes yang tidak berhasil dan pembangunan jalan desa yang belum terlaksana sampai saat ini.

Ketua komisi I, Dra. Hj. Rachmah Norlias mengatakan siap menampung apa yang disampaikan para kepala desa dan kendala kendala yang di hadapi para kepala desa dalam penggunaannya dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Drs. Zulkifli, M, Si. Mengatakan salah satu usaha yang dapat diupayakan oleh desa untuk memperoleh pendapatan lain dengan Bumdes. Banyak desa yang berhasil melakukan Bumdes. Sehingga hal ini akan menjadikan keseimbangan dengan dengan desa desa yang lain. Sehingga tidak kalah dengan desa desa yang lain yang terlebih dahulu memiliki Bumdes yang maju pesat.

Kedua desa ini kami jadikan sample dari desa desa yang lain dalam melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan dana desa, sehingga kita dapat mengetahui kendala kendala dalam penggunaan dana desa, jar Dra. Hj. Rachmah Norlias sebelum mengakhiri pertemuannya.