Dewan Dorong Pengembangan Desa Wisata di Kalsel

Denpasar – Sebagai salah satu provinsi destinasi kunjungan pariwisata di Indonesia Bali terkenal akan pengembangan wisatanya, salah satu nya adalah desa Kutuh yang berlokasi di Kabupaten Badung Bali. Desa yang awalnya adalah dikategorikan desa miskin ini sekarang berhasil disulap menjadi desa wista yang berhasil memperoleh pendapatan Rp. 50 Miliar dan laba bersih bahkan sampai Rp.14,5 Miliar Pertahun dari bisnis pariwisatanya. Bahkan Desa Kutuh ini menjadi desa percontohan bagi desa lainnya di Indonesia.

Putu Anom Agustina selaku Kadis Pemberdayaaan Masyarakat Desa di Provinsi Bali mengukapkan bahwa Terkait dengan manfaat pengembangan desa wisata di Bali ini sangat terasa nyata berpengaruh dalam ekonomi masyarakat di desa “ada pendapatan asli desa yang bisa diciptakan oleh desa itu sendiri. Seperti contohnya salah satu Desa di Kabupaten Badung yaitu Desa Kutuh. Saat ini dengan adanya program pengembangan desa wisata tersebut desa kutuh berhasil menjadi desa yang nol kemiskinan. Dengan pendapatan sampai puluhan miliar” katanya

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa program ini berhasil menambah peluang kerja bagi masyarakat desa “di Desa Kutuh bukan hanya berhasil mengentaskan kemiskinan, bahkan desa ini berhasil menciptakan peluang kerja kepada masyarakat desa kutuh. Sehingga saat ini penduduk dengan usia kerja tidak ada lagi yang menganggur” katanya pada saat mendapat kunjungan dari Komisi I DPRD Kalimantan Selatan di Dinas Pemberdayaan Masyarak Desa di Denpasar, Kamis (21/11)

Ketua Komisi I DPRD Kalsel Dra. Hj. Rachmah Norlias menyampaikan keinginan DPRD Kalsel bahwa ekonomi di Kalsel tidak hanya mengandalkan sektor tambang saja karena potensinya terbatas. Beliau menginginkan Kalsel mencari altenatif lain dengan pembangunan ekonomi itu yang lebih ramah lingkungan, berkelajutan dan memberi income yang baik bagi masyarakat “Dari Bali kita bisa belajar banyak, Bali merupakan salah satu daerah kunjungan wisata terbaik di Indonesia, Dengan adanya pengembangan desa wisata nusantara ini kita ingin mencoba di Kalimantan Selatan ada seperti ini. Minimal kita coba buat satu atau dua desa jadi percontohan sebagai desa wisata” ungkapnya.

Di lain pihak Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalsel Drs. Zulkifli membenarkan keinginan Dewan tersebut dan berjanji dan akan menindaklanjutinya “kita banyak sekali mendapat kritikan dari Anggota dewan, yang menginginkan dari sekarang kita (Kalsel) mengurangi pembangunan ekonomi yang mengandalkan sektor tambang dan agar mencari alternatif lain dan berjanji akan mempunyai program serupa di Kalimantan Selatan, terutama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sesuai dengan kondisi-kondisi di daerah yaitu melalui sektor pariwisata” katanya (shf)