Cegah Corona, Ketua DPRD Kalsel Himbau Jemaah Jaga Kesehatan

Meski saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menaikkan status tanggap darurat penanganan Copid-19 dan didapati satu orang pasien yang positif mengidap virus corona, tak menyurutkan ratusan warga Desa Danau Panggang untuk menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad  SAW Tahun 1441 Hijriyah, Minggu Malam, (22/3), di Mesjid Sirajul Ummah, Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Acara yang dipimpin langsung oleh KH. Asmuni, atau lebih dikenal Guru Danau tersebut, tak disia-siakan oleh Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Supian HK, untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat, terkait upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya mencegah meluasnya penyebaran dan penularan virus corona yang kini melanda hampir di penjuru dunia.

Didampingi unsur Forkopimda, H. Supian mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Danau Panggang HSU agar bisa menjaga kebersihan lingkungan dan mesjid-mesjid. Serta mentaati anjuran pemerintah diantaranya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak minimal 1 meter, dan menghindari bersalaman agar tidak bersentuhan langsung antar jemaah. 

Hal ini menurutnya, semata-mata dilakukan sebagai upaya kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 di banua. “Mudah-mudahan warga dan daerah kita terhindar dari penyebaran virus corona ini”, ucapnya.

Senada disampaikan Kapolda Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kapolres HSU, AKBP Pipit Subiyanto menambahkan, agar masyarakat benar-benar memahami bahaya penyebaran virus Copid-19 dan mentaati anjuran pemerintah. Jaga kesehatan dengan baik, makan makanan yang bergizi dan steril, serta menahan diri untuk tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak. “Kita lebih baik mencegah daripada mengobati”, tambahnya.

Sementara, dalam tausyiahnya tentang Isra Mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW, Guru Danau mengatakan, bahwa Islam sejak dulu telah mengajarkan umatnya untuk hidup bersih, terlebih dengan turunnya perintah sholat lima waktu yang diawali dengan berwudhu’. Artinya, umat Islama telah dalam keadaan suci atau bersih dari segala najis dan kotoran sebelum melaksanakan sembahyang lima waktu. 

Namun demikian, diakhir tausyiahnya, ulama kharismatik tersebut tetap menghimbau kepada seluruh jemaahnya untuk mendukung dan mengikuti apa yang dianjurkan oleh pemerintah, seraya berdoa semoga upaya mencegah penyebaran dan penularan virus corona di Kalimantan Selatan khususnya dan Indonesia umumnya mendapat ridho dari Allah SWT. (mrh)